Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem
Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) berbasis Backward Design
terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional siswa di SMA
Negeri 1 Lubuk Pakam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest–posttest
nonequivalent group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA
Negeri 1 Lubuk Pakam tahun ajaran 2025/2026, dengan sampel sebanyak 72 siswa yang
terbagi menjadi dua kelompok eksperimen, yaitu kelas X-A sebagai kelompok
eksperimen 1 yang diajar menggunakan model PBL berbasis Backward Design dan kelas
X-B sebagai kelompok eksperimen 2 yang diajar menggunakan model PjBL berbasis
Backward Design. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah
matematis dan angket kecerdasan emosional. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan teknik statistik inferensial setelah memenuhi uji prasyarat analisis, meliputi
uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat
pengaruh signifikan pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan
pemecahan masalah, dengan nilai F sebesar 18,407 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. (2)
terdapat pengaruh signifikan pembelajaran problem based learning terhadap kecerdasan
emosional dengan nilai F sebesar 44,326 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. (3) terdapat
pengaruh signifikan pembelajaran project based learning terhadap kemampuan
pemecahan masalah, dengan nilai F sebesar 18,40 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. (4)
terdapat pengaruh signifikan pembelajaran problem based learning terhadap kecerdasan
emosional dengan nilai F sebesar 44,3 dengan signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini
menunjukkan bahwa H0 ditolak. Model PBL berbasis Backward Design lebih dominan
dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, sedangkan
model PjBL berbasis Backward Design lebih efektif dalam meningkatkan kecerdasan
emosional siswa. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua model
pembelajaran berbasis Backward Design efektif diterapkan dalam pembelajaran
matematika, khususnya pada materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV),
untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif siswa secara seimbang.