Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) dan Flipped Classroom terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa, (2) Interaksi antara kemampuan awal matematika (KAM)
dan model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, (3) Pengaruh
model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Flipped Classroom
terhadap gaya belajar analitik siswa, serta (4) Interaksi antara kemampuan awal
matematika dan model pembelajaran terhadap gaya belajar analitik siswa kelas X
SMA
Negeri 1 Tanjungbalai. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa
rata-rata kemampuan awal matematika siswa pada kelas Problem Based Learning
(PBL) sebesar 59,97 dan pada kelas Flipped Classroom sebesar 60,92, dengan
distribusi kemampuan awal dalam kategori tinggi (9 siswa), sedang (46 siswa),
dan rendah (17 siswa). Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis pada kelas
Problem Based Learning (PBL) sebesar 84,53 dengan skor maksimum 93 dan
minimum 76, sedangkan pada kelas Flipped Classroom sebesar 81,69 dengan skor
maksimum 91 dan minimum 73. Pada aspek indikator, model Flipped Classroom
unggul pada aspek analisis dan evaluasi argumen, sedangkan PBL menunjukkan
keunggulan pada identifikasi masalah. Rata-rata skor gaya belajar analitik pada
kelas Problem Based Learning (PBL) sebesar 53,86 dan pada kelas Flipped
Classroom sebesar 52,64, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori baik
(34,72%) dan sangat baik (23,61%). Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data
KAM, kemampuan berpikir kritis, dan gaya belajar analitik berdistribusi normal
dan homogen (0,000 > 0,05). Hasil uji ANACOVA menunjukkan bahwa: (1)
Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa (0,000 < 0,05); (2) Kemampuan awal matematika
berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis (0,000 < 0,05); (3)
Model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap gaya belajar analitik siswa;
dan (4) Terdapat hubungan linier antara kovariat dan variabel terikat. Koefisien
determinasi (R² = 0,519) menunjukkan bahwa model pembelajaran dan
kemampuan awal matematika secara bersama-sama memberikan kontribusi
sebesar 51,9 % terhadap variasi kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning
(PBL) dan Flipped Classroom berpengaruh signifikan terhadap peningkatan
kemampuan berpikir kritis dan gaya belajar analitik siswa kelas X SMA Negeri 1
Tanjungbalai, dengan mempertimbangkan kemampuan awal matematika sebagai
kovariat. Model PBL menunjukkan kecenderungan lebih efektif dalam
meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sedangkan kedua model sama-sama
mendukung pengembangan gaya belajar analitik siswa.