DSpace Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN GAYA BELAJAR ANALITIK SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNGBALAI

Show simple item record

dc.contributor.author MARPAUNG, ZULFAH
dc.date.accessioned 2026-06-09T04:56:27Z
dc.date.available 2026-06-09T04:56:27Z
dc.date.issued 2026-03-12
dc.identifier.issn issn
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31628
dc.description.abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Flipped Classroom terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, (2) Interaksi antara kemampuan awal matematika (KAM) dan model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, (3) Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Flipped Classroom terhadap gaya belajar analitik siswa, serta (4) Interaksi antara kemampuan awal matematika dan model pembelajaran terhadap gaya belajar analitik siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjungbalai. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan awal matematika siswa pada kelas Problem Based Learning (PBL) sebesar 59,97 dan pada kelas Flipped Classroom sebesar 60,92, dengan distribusi kemampuan awal dalam kategori tinggi (9 siswa), sedang (46 siswa), dan rendah (17 siswa). Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis pada kelas Problem Based Learning (PBL) sebesar 84,53 dengan skor maksimum 93 dan minimum 76, sedangkan pada kelas Flipped Classroom sebesar 81,69 dengan skor maksimum 91 dan minimum 73. Pada aspek indikator, model Flipped Classroom unggul pada aspek analisis dan evaluasi argumen, sedangkan PBL menunjukkan keunggulan pada identifikasi masalah. Rata-rata skor gaya belajar analitik pada kelas Problem Based Learning (PBL) sebesar 53,86 dan pada kelas Flipped Classroom sebesar 52,64, dengan sebagian besar siswa berada pada kategori baik (34,72%) dan sangat baik (23,61%). Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data KAM, kemampuan berpikir kritis, dan gaya belajar analitik berdistribusi normal dan homogen (0,000 > 0,05). Hasil uji ANACOVA menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (0,000 < 0,05); (2) Kemampuan awal matematika berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis (0,000 < 0,05); (3) Model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap gaya belajar analitik siswa; dan (4) Terdapat hubungan linier antara kovariat dan variabel terikat. Koefisien determinasi (R² = 0,519) menunjukkan bahwa model pembelajaran dan kemampuan awal matematika secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 51,9 % terhadap variasi kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan Flipped Classroom berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis dan gaya belajar analitik siswa kelas X SMA Negeri 1 Tanjungbalai, dengan mempertimbangkan kemampuan awal matematika sebagai kovariat. Model PBL menunjukkan kecenderungan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, sedangkan kedua model sama-sama mendukung pengembangan gaya belajar analitik siswa. en_US
dc.subject Kemampuan Awal Matematika en_US
dc.subject Problem Based Learning (PBL), en_US
dc.subject Flipped Classroom en_US
dc.subject Kemampuan Berpikir Kritis en_US
dc.subject Gaya Belajar Analitik en_US
dc.title PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN GAYA BELAJAR ANALITIK SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 TANJUNGBALAI en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account