Abstract:
Tujuan Penelitian ini adalah: 1).Untuk mengetahui pengaruh model Scaffolding Adaptif
dan Scaffolding Metakognitif terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMP.
2).Untuk mengetahui pengaruh model Scaffolding Adaptif dan Scaffolding Metakognitif
terhadap self-efficacy siswa SMP dalam belajar matematika. 3). Untuk membandingkan
efektivitas antara model Scaffolding Adaptif dan Scaffolding Metakognitif terhadap
pemahaman konsep matematika siswa SMP berdasarkan analisis dengan pendekatan
Bayesian. 4).Untuk membandingkan efektivitas antara model Scaffolding Adaptif dan
Scaffolding Metakognitif terhadap self-efficacy siswa SMP berdasarkan analisis dengan
pendekatan Bayesian. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan
pemahaman konsep dan self-efficacy siswa SMP. Eksperimen ini menggunakan Quasi
eksperimental research, dimana populasi penelitian adalah siswa SMP kelas unggulan,
diambil sampel 2 kelas unggulan yang terdiri dari 37 dan 38 orang. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah design post test only. Instrumen penelitian berupa test
pemahaman konsep dan angket self-efficacy. Data dianalisis dengan menggunakan
pendekatan Bayesian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemahaman konsep
mempunyai perbedaan signifikan antar 2 kelompok dengan model scaffolding
Metakognitif lebih berpengaruh dengan BF10 =3,655 × 109 dan CI=95%, dengan prior
Cauchy 0,707. Sementara self-efficacy dengan BF10 =0,240 tidak menunjukkan perbedaan
antara kedua model. Walaupun dari data eksperimen, terdapat ketidaknormalan ketika diuji
dengan test Shapiro dimana nilai p-value, p<0,001 maka ditest kembali dengan Mann
Whitney test (non-parametrik) ternyata U=133.500 dan p<0,001 (sangat signifikan, berarti
ada perbedaan). Data robus pada test Mann-whitney test (non parametrik) dan Bayes Faktor
10. Kesimpulan penelitian ini model scaffolding metakognitif lebih berpengaruh pada
pemahaman konsep matematika, sedangkan kedua model scaffolding pada self-efficacy
tidak ada pengaruh sama sekali.