Abstract:
Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan
siswa kelas II sekolah dasar yang ditunjukkan melalui kesulitan mengeja suku
kata, dan membaca kata secara lancar. Kondisi ini dipengaruhi oleh penggunaan
metode pembelajaran konvensional dan minimnya media pembelajaran interaktif.
Berdasarkan kajian teori, media pembelajaran khususnya media puzzle sebagai
media manipulatif dan visual dinilai mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi,
serta kemampuan kognitif siswa dalam membaca permulaan. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berupa one
group pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas II SDN
105336 Rantau Panjang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes
kemampuan membaca (pretest dan posttest) serta dokumentasi. Analisis data
menggunakan uji paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum
dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan
signifikan kemampuan membaca siswa setelah penggunaan media puzzle. Hal ini
ditunjukkan oleh perbedaan nilai rata-rata pretest dan posttest yang signifikan
secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media puzzle
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan membaca siswa kelas II.