Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran scramble
type quiz berpengaruh terhadap kemampuan berfikir kritis siswa kelas III di SD
Negeri 060868 Medan. Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya
kemampuan berfikir kritis siswa terhadap pembelajaran IPAS, serta kurangnya
penerapan model pembelajaran yang dapat membantu siswa berpikir kritis secara
aktif dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain quasi- eksperimen, model Nonequivalent Control Group Design. Sampel
terdiri dari dua kelas, yaitu kelas III-A (22 siswa) sebagai kelompok kontrol dan
kelas III-B (22 siswa) sebagai kelompok eksperimen. Data diperoleh melalui soal
isian yang dirancang berdasarkan indikator kemampuan berfikir kritis, seperti
interpretasi,analisis, evaluasi, inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
siswa yang menggunakan model pembelajaran scramble type quiz memperoleh
peningkatan skor rata-rata dari 48 (kategori perlu bimbingan ) menjadi 84
(kategori sangat baik), lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok
tanpa media yang hanya naik dari 42 (kategori perlu bimbingan) menjadi 73
(kategori baik). Uji independen t sample t-test menghasilkan signifikansi 0,000 (<
0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan
demikian, model pembelajaran scramble type quiz direkomendasikan sebagai
alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis
siswa sekolah dasar.