| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep
matematis dan self-confidence siswa dalam pembelajaran matematika di sekolah
dasar. Selain itu, implementasi model pembelajaran yang kurang variatif serta
belum optimalnya penguatan konseptual menyebabkan siswa mengalami kesulitan
memahami konsep secara mendalam dan kurang percaya diri dalam menyelesaikan
permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
model pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT)
dengan pendekatan GASING terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis
dan self-confidence siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group
pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV sekolah dasar yang
berjumlah 25 orang. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemahaman
konsep matematis dan angket self-confidence yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui pengaruh
secara parsial dan uji MANOVA untuk mengetahui pengaruh secara simultan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara
skor pretest dan posttest pada kemampuan pemahaman konsep matematis (thitung =
14,626 > ttabel = 2,064), dan self-confidence siswa (thitung = 63,386 > ttabel = 2,064).
Hasil uji MANOVA juga menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti
terdapat pengaruh signifikan secara simultan terhadap kedua variabel dependen.
Dengan demikian, integrasi model TGT dengan pendekatan GASING terbukti
efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan self
confidence siswa sekolah dasar, serta memberikan alternatif strategi pembelajaran
yang lebih komprehensif dalam mengoptimalkan ranah kognitif dan afektif. |
en_US |