DSpace Repository

IMPLIKASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 97/PUU-XIV/2016 TERHADAP HAK PILIH PENGHAYAT KEPERCAYAAN PADA PEMILU 2024

Show simple item record

dc.contributor.author OKTAVIA, RAMADANI
dc.date.accessioned 2026-10-09T06:02:13Z
dc.date.available 2026-10-09T06:02:13Z
dc.date.issued 2026-08-06
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32200
dc.description.abstract Penelitianِ iniِ dilatarbelakangiِ olehِ masihِ adanyaِ permasalahanِ diskriminasiِ administratifِ danِ hambatanِ partisipasiِ politikِ yangِ dialamiِ olehِ penghayatِkepercayaanِdiِIndonesia,ِkhususnyaِsebelumِdanِsesudahِPutusanِ MahkamahِKonstitusiِ Nomorِ97/PUU-XIV/2016.ِMeskipunِputusanِtersebutِ telahِ memberikanِ pengakuanِ hukumِ terhadapِ penghayatِ kepercayaanِ dalamِ dokumenِ kependudukan,ِ implementasinyaِ diِ lapanganِ belumِ sepenuhnyaِ optimal,ِterutamaِdalamِkaitannyaِdenganِpemenuhanِhakِpilihِpadaِPemiluِ 2024.ِTujuanِpenelitianِiniِadalahِuntukِmenganalisisِdanِmengetahuiِsecaraِ mendalamِ mengenaiِ pemenuhanِ hakِ pilihِ penghayatِ kepercayaan,ِ mengidentifikasiِkendalaِyangِdihadapiِdalamِimplementasiِputusanِMahkamahِ Konstitusi,ِsertaِmengkajiِimplikasiِputusanِtersebutِterhadapِpartisipasiِpolitikِ penghayatِkepercayaanِdalamِPemiluِ2024.ِ Penelitianِiniِmenggunakanِmetodeِpenelitianِhukumِnormatifِdenganِ pendekatanِ yuridisِ normatifِ yangِ bersifatِ deskriptifِ analitis.ِ Penelitianِ iniِ menggunakanِdataِsekunderِmelaluiِstudiِkepustakaanِ(library research)ِdenganِ mengkajiِbahanِhukumِprimer,ِsekunder,ِdanِtersier,ِkemudianِdianalisisِsecaraِ kualitatifِuntukِmemperolehِkesimpulanِyangِsistematis. Hasilِpenelitianِterhadapِrumusanِmasalahِpertamaِmenunjukkanِbahwaِ secaraِnormatif,ِhakِpilihِpenghayatِkepercayaanِtelahِdijaminِdalamِkonstitusiِ danِ peraturanِ perundang-undanganِ diِ Indonesia.ِ Setelahِ adanyaِ Putusanِ Mahkamahِ Konstitusiِ Nomorِ 97/PUU-XIV/2016,ِ penghayatِ kepercayaanِ memperolehِpengakuanِhukumِuntukِmencantumkanِidentitasِkepercayaannyaِ dalamِdokumenِkependudukan,ِyangِmenjadiِsyaratِutamaِdalamِpendaftaranِ sebagaiِpemilih.ِDenganِdemikian,ِsecaraِyuridisِtidakِterdapatِlagiِpembatasanِ terhadapِhakِpilihِpenghayatِkepercayaan,ِdanِmerekaِmemilikiِkedudukanِyangِ setaraِ denganِwargaِnegaraِ lainnyaِdalamِmenggunakanِhakِpolitiknyaِpadaِ Pemiluِ 2024.ِ Implementasiِ Putusanِ Mahkamahِ Konstitusiِ tersebutِ masihِ menghadapiِberbagaiِkendala.ِKendalaِtersebutِmeliputiِhambatanِadministratifِ sepertiِbelumِmeratanyaِpenerapanِpencantumanِkepercayaanِdalamِdokumenِ kependudukanِdiِberbagaiِdaerah,ِkurangnyaِpemahamanِaparaturِpemerintah,ِ sertaِkendalaِteknisِdalamِpendataanِpemilihan.ِPutusanِMahkamahِKonstitusiِ Nomorِ 97/PUU-XIV/2016ِ memilikiِ implikasiِ yangِ signifikanِ terhadapِ pemenuhanِhakِpilihِpenghayatِkepercayaan.ِHakِpilihِpenghayatِkepercayaanِ telahِdiakuiِdanِdilindungi,ِefektivitasِpelaksanaannyaِdalamِPemiluِ2024ِmasihِ memerlukanِupayaِperbaikanِyangِlebihِkomprehensif. en_US
dc.publisher UMSU en_US
dc.subject Hak Pilih en_US
dc.subject Penghayat Kepercayaan en_US
dc.subject Mahkamah Konstitusi, en_US
dc.subject Pemilu, en_US
dc.subject Hak Konstitusional. en_US
dc.title IMPLIKASI PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 97/PUU-XIV/2016 TERHADAP HAK PILIH PENGHAYAT KEPERCAYAAN PADA PEMILU 2024 en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account