DSpace Repository

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI

Show simple item record

dc.contributor.author AIDIL, SYAHPUTRA
dc.date.accessioned 2026-10-08T10:00:24Z
dc.date.available 2026-10-08T10:00:24Z
dc.date.issued 2026-09-07
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32194
dc.description.abstract Pelecehan seksual merupakan bentuk perbuatan yang bermuatan seksual dan dilakukan tanpa persetujuan pihak yang menjadi sasaran, sehingga menimbulkan rasa tidak aman, ketidaknyamanan, penghinaan terhadap martabat, atau penderitaan psikologis. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahuhi bentuk pelecehan seksual dalam lingkungan kampus dan untuk mengetahui fungsi satgas PPKPT di Lingkungan Kampus Umsu dan upaya apa yang dilakukan satgas dalam upaya pencegahan pelecehan seksual. Penelitian yuridis empiris adalah penelitian yang dilakukan dengan cara melakukan wawancara atau pengambilan data terhadap instansi terkait terhadap objek yang teliti dan di bantu dengan bahan buku dari perpustakaan baik dari jurnal, Undang undang dan karya ilmiah lainya sebagai acuan dalam mendukung data wawancara yang diperoleh. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder, alat pengumpulan data adalah studi dokumentasi dan wawancara. Bentuk-bentuk Kekerasan Seksual mengelompokan ada 2 (Dua) bentuk kekerasan seksual, yaitu Pelecehan seksual verbal merupakan bentuk kekerasan seksual yang dilakukan melalui ucapan, kata-kata, atau komunikasi lisan yang mengandung unsur seksual dan bersifat tidak diinginkan oleh korban,Pelecehan seksual nonverbal adalah tindakan pelecehan yang dilakukan tanpa kata-kata, melainkan melalui gerakan tubuh, ekspresi, atau tindakan fisik yang mengandung unsur seksual dan tidak diinginkan oleh korban. Upaya yang dapat dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di perguruan tinggi dalam memberikan perlindungan hukum antara lain Pertama Upaya Preventif yang dilakukan dalam menanggulangi dan mencegah kekerasan seksual dengan melakukan berbagai kegiatan perlindungan, edukasi dan pendampingan melalui berbagai kegiatan. Melindungi dari kejahatan kekerasan seksual merupakan tanggung jawab bersama, dan upaya preventif menjadi kunci utama, Kedua Upaya preventif ini dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, mulai dari edukasi, penguatan regulasi, hingga kerjasama antar pihak.Kendala yang muncul yang bersumber dari diri si korban, yaitu: korban itu sendiri yang menghendaki untuk tidak dilindungi oleh Kepolisian, sehingga hak korban tidak terlaksana. Contohnya, guna keamanan diri korban dari pelaku, maka korban diungsikan ke rumah aman, tapi korban tidak bersedia ditempatkan di rumah aman yang disediakan oleh pihak kepolisian. en_US
dc.publisher UMSU en_US
dc.subject Perlindungan Hukum en_US
dc.subject Korban en_US
dc.subject Pelecehan Seksual en_US
dc.title PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEREMPUAN SEBAGAI KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account