Abstract:
Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis dan self-efficacy siswa di
SMP Negeri 2 Lubuk Pakam menjadi latar belakang utama penelitian ini, yang
disebabkan oleh dominasi metode konvensional dan kurangnya pemahaman
konseptual mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas
model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan kombinasi pendekatan
pembelajaran mendalam (deep learning) terhadap kemampuan pemecahan masalah
matematis dan self-efficacy siswa, serta respon mereka terhadap model tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experiment)
dengan teknik purposive sampling, melibatkan kelas VII-4 sebagai kelas
eksperimen dan VII-3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi tes
uraian pemecahan masalah dan angket self-efficacy yang dianalisis menggunakan
uji ANOVA dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan
signifikan pada kemampuan pemecahan masalah matematis (p=0,011) dan self
efficacy (p=0,013) antara kedua kelas setelah kemampuan awal dikontrol, dengan
nilai N-Gain di kelas eksperimen berada pada kategori sedang hingga tinggi. Selain
itu, sebanyak 80,6% siswa memberikan respon positif terhadap model ini.
Kesimpulannya, model pembelajaran PBL yang dikombinasikan dengan
pendekatan pembelajaran mendalam efektif meningkatkan hasil belajar siswa
secara signifikan dibandingkan metode konvensional. Saran yang diberikan adalah
agar guru matematika menerapkan model ini sebagai alternatif inovatif untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.