Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Discovery Learning
terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan pemecahan
masalah matematis dan minat belajar matematika siswa. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment berbentuk
nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa
kelas XI SMAN 1 Badar tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian dipilih
menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI A sebagai kelompok
eksperimen dan kelas XI B sebagai kelompok kontrol, masing-masing berjumlah
36 siswa. Materi pembelajaran yang digunakan adalah trigonometri. Instrumen
penelitian terdiri atas tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk
soal uraian dan angket minat belajar matematika menggunakan skala Likert.
Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji
independent sample t-test, perhitungan N-gain, dan ukuran efek (effect size)
Cohen’s d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model Discovery Learning
terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi efektif dalam meningkatkan kemampuan
pemecahan masalah matematis siswa; (2) model tersebut efektif dalam
meningkatkan minat belajar matematika siswa; (3) terdapat perbedaan yang
signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajar
menggunakan model Discovery Learning terintegrasi pembelajaran
berdiferensiasi dan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional;
serta (4) terdapat perbedaan yang signifikan pada minat belajar matematika antara
kedua kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Discovery
Learning terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi lebih efektif dibandingkan
pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
matematis dan minat belajar matematika siswa.