Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa
pada mata pelajaran PKn kelas IV UPT SDN 060874 Medan Perjuangan.
Pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan penggunaan media yang
kurang variatif sehingga siswa kurang aktif dan mudah merasa bosan. Oleh karena
itu, diperlukan media pembelajaran yang interaktif seperti Assemblr Edu berbasis
augmented reality untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media
pembelajaran Assemblr Edu berbasis augmented reality terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa kelas IV UPT SDN 060874 Medan Perjuangan, mengetahui
kemampuan berpikir kritis siswa sebelum menggunakan media pembelajaran
Assemblr Edu berbasis augmented reality, dan mengetahui kemampuan berpikir
kritis siswa sesudah menggunakan media pembelajaran Assemblr Edu berbasis
augmented reality. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan
desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri dari kelas
eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan
berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan
penggunaan media pembelajaran Assemblr Edu berbasis augmented reality
terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dibuktikan dengan nilai rata-rata post
test
kelas eksperimen sebesar 80,43 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol
sebesar 55,23, kemampuan berpikir kritis siswa sebelum menggunakan media
masih tergolong rendah, terlihat dari hasil pre-test siswa yang belum mencapai
KKM secara optimal, dan kemampuan berpikir kritis siswa sesudah menggunakan
media mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan meningkatnya hasil post-test
serta keaktifan siswa dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa media pembelajaran Assemblr Edu berbasis augmented reality
berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, kemampuan
berpikir kritis siswa sebelum menggunakan media masih rendah, dan kemampuan
berpikir kritis siswa sesudah menggunakan media mengalami peningkatan
sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik.