Abstract:
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dan menginterprestasikan secara
mendalam upaya yang dilakukan PT Forisa Nusapersada Cabang Medan dalam
meningkatkan efikasi diri pekerja baru, serta mengidentifikasi sumber efikasi yang
paling dominan dan tantangan yang dihadapi. Efikasi diri keyakinan individu
terhadap kemampuannya untuk berhasil merupakan prediktor kunci bagi kinerja
dan adaptasi pekerja baru dilingkungan kerja. Penelitan ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam dengan pekerja baru, Leader, dan Supervisor, serta
observasi partisipatif terhadap program onboarding perusahaan. Analisis data
dilakukan dengan memetakan temuan lapangan ke dalam empat sumber
pembentukan efikasi diri menurut teori Albert Bandura. Hasil penelitian
menunjukan bahwa efikasi diri pekerja baru berada pada level tinggi, didukung
oleh intervensi yang terstruktur. Sumber efikasi yang paling dominan adalah
Pengalaman Keberhasilan Diri (Mastery Experience), yang secara sistematis
dikelolah melalui Penugasan Bertahap oleh Leader dan Supervisor. Sumber
Pengalaman Orang Lain (Vicarious Experience) juga sangat efektif melalui system
mentoring atau shadowing intensif yang menyediakan model perilaku sukses yang
dapat ditiru. Perusahaan juga berhasil mengelolah Keaddaan Fisiologi dan
Emosional Pekerja Baru dengan mengubah interprestasi kecemasan menjadi energi
fokus adaptif. Namun, ditemukan adanya kesenjangan kritis pada sumber Persuasi
Verbal. Meskipun feedback di awal masa kerja efektif karena bersifat spesifik,
terjadi penurunan konsisten dan frekuensi dukungan verbal dan coaching setelah
pekerja baru melewati periode tiga bulan. Inkonsistensi ini menjadi risiko yang
berpotensi mengikis efikasi diri Pekrja Baru dalam menghadapi tugas yang
semakin kompleks.