Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31123| Title: | PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN KEKERASAN FISIK YANG DIALAMI LAKI-LAKI DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA |
| Authors: | SILVIA, ZAHRA FARIKA |
| Keywords: | Kekerasan Dalam Rumah Tangga Laki-Laki;Perlindungan Hukum |
| Issue Date: | 27-Nov-2025 |
| Publisher: | UMSU |
| Abstract: | Kekerasan dalam rumah tangga memiliki keunikan dan kekhasan karena kejahatan ini terjadi dalam lingkup rumah tangga dan berlangsung dalam hubungan personal yang intim, yaitu antara suami dan istri, orang tua dan anak atau antara anak dengan anak atau dengan orang yang bekerja di lingkup rumah tangga yang tinggal menetap. Tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi dewasa ini korbannya tidak hanya perempuan dan anak-anak tetapi laki-laki (suami) pun dapat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Untuk mengetahui pengaturan hukum terhadap kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hukum terhadap kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia, hambatan penegakan hukum pidana dalam kasus KDRT terhadap laki-laki, upaya aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh laki-laki. Jenis dan pendekatan penelitian ini dilakukan dengan hukum normatif. Hukum dikonsepkan sebagai hukum yang tertuliskan peraturan perundang undangan (law in books) dengan sifat penelitian deskriptif dan didukung dari data sekunder dengan mengolah data dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder. Teknik pegumpulan data yakni studi dokumen yaitu dengan melakukan penelitian kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa pengaturan hukum terhadap kekerasan dalam rumah tangga di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga; b. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Hambatan dalam perlindungan hukum terhadap laki-laki sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga keterbatasan penegak hukum dalam mengumpulkan keterangan dari saksi, kurangnya bukti, serta kecenderungan korban untuk mencapai perdamaian dan mencabut laporan sendiri seringkali menjadi kendala dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga. Upaya aparat penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh laki-laki berhak mendapat perlindungan keluarga, kepolisian, dari pihak kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial atau pihak lainnya baik sementara maupun berdasarkan penetapan perintah perlindungan dari pengadilan. Pemulihan terhadap suami yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dilakukan untuk kepentingannya dimana suami yang menjadi korban dapat memperoleh pelayanan dari tenaga kesehatan, pekerja relawan sosial, pembimbing rohani. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31123 |
| Appears in Collections: | Legal Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| Skripsi Silvia Zahra Farika 2006200126.pdf | Full Text | 5.53 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.