Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30853| Title: | ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEWARISAN AKUN MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF HUKUM WARIS PERDATA |
| Authors: | Haikal, Ashadi |
| Keywords: | Hukum Waris Perdata;Akun Media Sosial;Pewarisan Digital;Aset Tidak Berwujud;Perlindungan Data Pribadi |
| Issue Date: | 27-Feb-2026 |
| Publisher: | UMSU |
| Abstract: | Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah melahirkan berbagai bentuk aset digital, termasuk akun media sosial, yang kini memiliki nilai ekonomi dan sentimental yang signifikan bagi pemiliknya. Ketiadaan kerangka hukum yang jelas di Indonesia menimbulkan ambiguitas dan masalah yuridis ketika pemilik akun meninggal dunia, khususnya terkait status akun tersebut dalam harta peninggalan. Hal ini memunculkan pertanyaan penting mengenai hak dan kewajiban ahli waris untuk mengakses atau mengelola aset digital tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan secara yuridis kedudukan akun media sosial sebagai objek warisan dalam perspektif Hukum Waris Perdata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif (penelitian hukum doktrinal), yakni dengan mengkaji bahan-bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun media sosial dapat dikategorikan sebagai aset digital yang memiliki dua aspek hak, yaitu hak kekayaan (nilai ekonomi) dan hak moral (privasi dan identitas). Dalam Hukum Waris Perdata (BW), akun media sosial termasuk ke dalam benda tidak berwujud yang dapat menjadi bagian dari harta peninggalan. Namun, pewarisannya terkendala oleh ketentuan layanan platform yang mayoritas melarang pengalihan hak atau mensyaratkan penutupan akun setelah kematian pemilik. Oleh karena itu, pewarisan akun media sosial tidak dapat dilakukan secara otomatis, melainkan harus tunduk pada Terms of Service platform, yang mengarah pada dua solusi utama: pertama, penutupan akun secara permanen, atau kedua, konversi akun menjadi akun memorial. Untuk mengatasi konflik ini, disarankan adanya regulasi nasional yang mengatur warisan digital, serta pentingnya pemilik akun membuat wasiat digital atau menggunakan fitur legacy contact yang disediakan oleh platform media sosial. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30853 |
| Appears in Collections: | Legal Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI_HAIKAL ASHADI_2106200217.pdf | Full Text | 4.22 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.