Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30703| Title: | MEKANISME PRAKTIK DEPORTASI WARGA NEGARA ASING YANG MENYALAHGUNAKAN IZIN TINGGAL DI WILAYAH HUKUM SUMATERA UTARA (STUDI DI KANTOR IMIGRASI KELAS I KHUSUS TPI MEDAN) |
| Authors: | OFELIA, SABINA |
| Keywords: | Deportasi;Keimigrasian |
| Issue Date: | 9-Apr-2026 |
| Publisher: | umsu |
| Abstract: | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam mekanisme deportasi sebagai tindakan administratif keimigrasian yang diatur dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, serta implementasinya di Kantor Imigrasi dalam menangani pelanggaran izin tinggal oleh warga negara asing. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya jumlah pelanggaran keimigrasian yang menimbulkan ancaman terhadap kedaulatan negara, ketertiban umum, dan keamanan nasional, sehingga diperlukan penegakan hukum yang cepat dan tepat melalui instrumen administratif seperti deportasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup bagaimana mekanisme praktik deportasi, hambatan pelaksanaan deportasi, dan upaya penyelesaian atau solusi Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Medan dalam melakukan Deportasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan studi kasus. Dengan pendekatan studi kasus, data akan diperoleh melalui wawancara, studi dokumen, dan observasi, guna memahami secara mendalam pelaksanaan hukum keimigrasian dalam konteks deportasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deportasi merupakan tindakan administratif yang bersifat preventif dan represif, dilaksanakan melalui proses pemeriksaan keimigrasian, penetapan keputusan tindakan administratif oleh pejabat imigrasi yang berwenang, serta pemulangan paksa terhadap orang asing yang melanggar ketentuan izin tinggal. Meskipun pelaksanaan deportasi telah berjalan efektif dalam menjaga kedaulatan negara, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan anggaran, faktor non-kooperatif dari orang asing, dan koordinasi antar lembaga yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa deportasi diperlukan peningkatan koordinasi lintas sektor, penguatan regulasi turunan, serta optimalisasi sumber daya manusia untuk memperkuat pelaksanaan deportasi di masa mendatang. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/30703 |
| Appears in Collections: | Legal Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI SABINA OFELIA 2106200449.pdf | Full Text | 6.43 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.