Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/11715| Title: | Mekanisme Penanganan Tindak Pidana Perkosaan Yang Mengakibatkan Kehamilan Korban (Studi Di Polrestabes Medan) |
| Authors: | Syuhada, Putri |
| Keywords: | Mekanisme Penanganan;Tindak Pidana Perkosaan;Kehamilan Korban |
| Issue Date: | 11-Nov-2020 |
| Publisher: | UMSU |
| Abstract: | Tindak pidana perkosaan bukan hanya menyebabkan luka fisik maupun psikis, tetapi dapat meninggalkan trauma atau bahkan sampai mengakibatkan kehamilan bagi korbannya. Sayangnya korban lebih memilih menyembunyikan dan tidak menceritakan peristiwa tersebut. Ditambah lagi ketakutan serta stigma negatif akan serangkaian pemeriksaan yang muncul ditengah-tengah masyarakat, mendorong para korban enggan melapor kepada pihak kepolisian. Padahal secara otomatis, akan ada banyak hak yang dapat diperoleh korban perkosaan jika ia memilih menceritakan dan melaporkan kejadian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja modus tindak pidana perkosaan yang dapat mengakibatkan kehamilan korban, dan bagaimana pula mekanisme penanganan tindak pidana perkosaan yang mengakibatkan kehamilan korban serta apa saja kendala hingga upaya yang dihadapi oleh Kepolisian Polrestabes Medan dalam menangani peristiwa tersebut. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris, dengan sifat penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data kewahyuan, data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, modus terjadinya tindak pidana perkosaan di Polrestabes Medan diantaranya: pelaku membujuk atau mengiming-imingi, serta merayu korban, pelaku berkenalan dengan korban melalui media sosial dan mengajak korban bertemu. Mengenai mekanisme penanganan, umumnya diawali dengan adanya laporan dari korban untuk kemudian dilakukan tahapan penyidikan. Khusus terhadap korban selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan visum. Lalu, penyidik mulai melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi, tempat kejadian perkara, dan mencari buktibukti lain yang terkait tindak pidana. Adapun kendala yang ditemukan yaitu: ketika dalam pemeriksaan korban anak serta korban bisu. Upaya yang dilakukakan penyidik terhadap korban anak biasanya akan menghilangkan ketakutan anak terlebih dahulu dan tidak memaksa untuk dapat memberikan keterangan. Terhadap korban yang bisu, penyidik biasanya akan mendatangkan ahli yang mampu memahami dan menerjemahkan bahasa isyarat korban. |
| URI: | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/11715 |
| Appears in Collections: | Legal Studies |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI PUTRI SYUHADA.pdf | 1.77 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.