Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media
boneka berbicara sebagai media ventrilokuisme pada pembelajaran Bahasa
Indonesia siswa kelas II MIS Jabal Noor, menguji tingkat kevalidan media yang
dikembangkan ditinjau dari aspek materi dan desain media; serta mengetahui
tingkat kepraktisan media tersebut berdasarkan respon guru dan siswa. Penelitian
ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan
menggunakan model ADDIE yang dibatasi pada empat tahap, yaitu Analysis
(Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), dan
Implementation (Implementasi). Subjek uji coba dalam penelitian ini terdiri dari 1
orang guru kelas (wali kelas II) dan 26 siswa kelas II MIS Jabal Noor Medan.
Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar validasi ahli (materi dan
desain) serta angket respon kepraktisan untuk guru dan siswa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa, Media ventrilokuisme berhasil dikembangkan menggunakan
boneka lebah berbahan kain flanel yang dilengkapi speaker mini terhubung dengan
gawai (aplikasi CapCut) sebagai pengolah suara, Hasil validasi oleh ahli materi
memperoleh persentase sebesar 90% dengan kategori "Sangat Valid", sedangkan
validasi oleh ahli desain media memperoleh persentase sebesar 95% dengan
kategori "Sangat Valid", Tingkat kepraktisan media berdasarkan angket respon
guru memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori "Sangat Praktis", dan
respon siswa memperoleh persentase rata-rata sebesar 83% dengan kategori
"Sangat Praktis". Dengan demikian, media ventrilokuisme yang dikembangkan
terbukti sangat valid, praktis, dan layak digunakan sebagai media pembelajaran
alternatif yang interaktif dan menyenangkan untuk materi membaca dan menyimak
pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas II SD.