DSpace Repository

PARADOKS SISTEM PENGKADERAN PARTAI POLITIK DALAM PENJARINGAN CALON KEPALA DAERAH (ANALISIS UNDANG UNDANG NO. 2 TAHUN 2011 TENTANG PARTAI POLITIK)

Show simple item record

dc.contributor.author FARIS, ALBADRY SIREGAR
dc.date.accessioned 2026-10-27T02:12:08Z
dc.date.available 2026-10-27T02:12:08Z
dc.date.issued 2026-08-07
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32478
dc.description.abstract Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya paradoks sistem pengkaderan partai politik dalam pencalonan kepala daerah di Indonesia. Partai politik secara normatif memiliki fungsi pendidikan politik, kaderisasi, dan rekrutmen kepemimpinan sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik. Sistem pengkaderan bertujuan menghasilkan pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, dan loyalitas organisasi melalui proses pembinaan yang terencana dan berkelanjutan. Praktiknya, pencalonan kepala daerah sering lebih dipengaruhi oleh pertimbangan pragmatis, elektabilitas, popularitas, kemampuan finansial, dan kepentingan elite partai dibandingkan hasil kaderisasi. Penelitian ini membahas pengaturan sistem pengkaderan partai politik berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik, mekanisme penjaringan calon kepala daerah melalui partai politik, serta paradoks sistem pengkaderan dalam pencalonan kepala daerah di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaturan kaderisasi partai politik, mekanisme penjaringan calon kepala daerah, serta paradoks pengkaderan partai politik dalam pencalonan kepala daerah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang mencakup bahan hukum primer berupa Undang Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dan Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, skripsi, dan hasil penelitian yang relevan, serta bahan hukum tersier sebagai pendukung. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan kaderisasi partai politik dalam Undang Undang Nomor 2 Tahun 2011 masih bersifat umum sehingga pelaksanaannya sangat bergantung pada kebijakan internal partai politik. Mekanisme penjaringan calon kepala daerah dilaksanakan melalui seleksi internal dengan mempertimbangkan loyalitas, kapasitas kepemimpinan, elektabilitas, popularitas, dan kemampuan finansial kandidat. Praktiknya, pencalonan lebih sering dipengaruhi pertimbangan pragmatis dibandingkan hasil kaderisasi. Kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara tujuan ideal kaderisasi dengan realitas pencalonan kepala daerah, sehingga diperlukan penguatan regulasi kaderisasi agar lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada meritokrasi. en_US
dc.publisher UMSU en_US
dc.subject Sistem Pengkaderan Partai Politik, en_US
dc.subject Penjaringan Calon Kepala Daerah en_US
dc.subject Partai Politik. en_US
dc.title PARADOKS SISTEM PENGKADERAN PARTAI POLITIK DALAM PENJARINGAN CALON KEPALA DAERAH (ANALISIS UNDANG UNDANG NO. 2 TAHUN 2011 TENTANG PARTAI POLITIK) en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account