DSpace Repository

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM JANJI PENEMPATAN KERJA DENGAN PEMBAYAR DI AWAL TANPA PERJANJIAN TERTULIS

Show simple item record

dc.contributor.author YULIA, RAHMAN
dc.date.accessioned 2026-10-26T02:22:37Z
dc.date.available 2026-10-26T02:22:37Z
dc.date.issued 2026-09-15
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32400
dc.description.abstract Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik janji penempatan kerja yang disertai pembayaran di awal tanpa perjanjian tertulis. Pencari kerja telah memenuhi prestasinya dengan membayar sejumlah uang, tetapi pekerjaan yang dijanjikan tidak diberikan dan pembayaran tidak dikembalikan. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai kepastian hukum perjanjian lisan serta apakah tidak dipenuhinya janji penempatan kerja dapat dikualifikasikan sebagai wanprestasi atau perbuatan melawan hukum. Permasalahan ini penting dikaji untuk memberikan perlindungan hukum kepada pencari kerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif, melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen hukum, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa janji penempatan kerja yang disepakati secara lisan tetap mempunyai kekuatan hukum sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata dan mengikat para pihak berdasarkan Pasal 1338 KUHPerdata. Pembayaran di awal merupakan pelaksanaan prestasi sebagaimana Pasal 1234 KUHPerdata. Jika pihak yang menjanjikan pekerjaan tidak memenuhi kewajibannya atau tidak mengembalikan pembayaran, maka dapat menimbulkan wanprestasi berdasarkan Pasal 1238 dan Pasal 1243 KUHPerdata. Pihak yang dirugikan dapat menuntut pemenuhan perjanjian, pembatalan, pengembalian pembayaran, dan ganti kerugian berdasarkan Pasal 1267 KUHPerdata. Jika sejak awal terdapat tipu muslihat atau perbuatan melawan hukum, pertanggungjawaban juga dapat dikaji berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata dan Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Perlindungan hukum dapat ditempuh melalui somasi, gugatan wanprestasi, gugatan perbuatan melawan hukum, serta pelaporan pidana bagi pencari kerja. en_US
dc.publisher UMSU en_US
dc.subject Wanprestasi en_US
dc.subject Penempatan Kerja en_US
dc.subject Perjanjian Lisan en_US
dc.title TINJAUAN YURIDIS TERHADAP WANPRESTASI DALAM JANJI PENEMPATAN KERJA DENGAN PEMBAYAR DI AWAL TANPA PERJANJIAN TERTULIS en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account