Abstract:
Jalan Sisingamangaraja, Medan, dengan fokus pada karakteristik kecelakaan,
faktor penyebab, dan identifikasi segmen rawan kecelakaan. Metode yang
digunakan adalah Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) untuk mengukur tingkat
keparahan kecelakaan dan Upper Control Limit (UCL) untuk mendeteksi lokasi
rawan kecelakaan. Data diperoleh dari rekaman kejadian kecelakaan lalu lintas
tahun 2021, 2022, dan 2023, yang mencakup waktu kejadian, jenis kendaraan,
jumlah korban, serta usia korban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah
kecelakaan terus meningkat setiap tahunnya. Kecelakaan paling banyak terjadi di
segmen jalan tertentu, dengan korban didominasi oleh usia produktif dan
melibatkan kendaraan roda dua. Berdasarkan metode AEK dan UCL, segmen di
sekitar simpang Jl. Sisingamangaraja – SM Raja – Tritura dan segmen menuju
Amplas teridentifikasi sebagai zona rawan kecelakaan dengan nilai AEK melebihi
batas kontrol. Dengan menggabungkan kedua metode, penelitian ini memberikan
gambaran yang komprehensif terhadap tingkat keparahan serta lokasi rawan
kecelakaan lalu lintas. Hasil ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan
penanganan dan pencegahan kecelakaan, seperti peningkatan fasilitas lalu lintas,
pemasangan rambu peringatan, serta kampanye keselamatan berkendara di lokasi
prioritas. Diharapkan, hasil penelitian ini menjadi acuan bagi instansi terkait
dalam menekan angka kecelakaan di masa mendatang.