| dc.description.abstract |
Penegakan hukum pidana terhadap pelaku peredaran vape atau cairan liquid
yang mengandung narkotika di Kota Medan menjadi isu krusial seiring dengan
meningkatnya modus baru dalam penyalahgunaan narkotika yang memanfaatkan
teknologi rokok elektrik. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena sulit
terdeteksi secara kasat mata serta menyasar kalangan remaja hingga dewasa muda.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penegakan hukum pidana
terhadap pelaku, kendala yang dihadapi aparat penegak hukum, serta upaya yang
dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara dalam
menanggulangi peredaran tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan
deskriptif-analitis, melalui studi lapangan dan wawancara dengan aparat kepolisian
serta analisis terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum telah dilakukan melalui proses
penyelidikan, penyidikan, hingga penindakan berdasarkan Undang-Undang
Narkotika, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan alat
deteksi, kurangnya kesadaran masyarakat, serta perkembangan modus operandi
yang semakin canggih. Selain itu, ditemukan bahwa pelaku memanfaatkan celah
distribusi online untuk memperluas jaringan peredaran.
Kesimpulannya, penegakan hukum pidana terhadap peredaran liquid vape
mengandung narkotika di Kota Medan telah berjalan, namun memerlukan
penguatan dari segi regulasi, peningkatan kapasitas aparat, serta sinergi antara
pemerintah dan masyarakat guna menekan angka peredaran narkotika dengan
modus baru ini. |
en_US |