Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata
pelajaran IPAS kelas V SD Negeri 060868 Medan, serta untuk membandingkan
kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain Nonequivalent Control
Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen
dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest
dan posttest untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa, yang kemudian
dianalisis menggunakan uji statistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa antara kelas eksperimen dan kelas
kontrol. Pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT), diperoleh nilai rata-rata posttest sebesar 74,32,
sedangkan pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional
diperoleh nilai rata-rata sebesar 58,80. Selain itu, hasil uji hipotesis menggunakan
uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < α (0,05), sehingga hipotesis
alternatif (H₁) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT) berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model
pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) efektif digunakan untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS di
sekolah dasar.