Abstract:
Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan di
Kabupaten Mandailing Natal berpotensi menimbulkan peningkatan bangkitan dan
tarikan lalu lintas yang berdampak pada kinerja ruas jalan di sekitarnya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2021,
pembangunan fasilitas pelayanan umum dengan kapasitas besar wajib disertai
Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kinerja ruas jalan eksisting, mengidentifikasi dampak lalu lintas
akibat operasional RSUD, serta merumuskan upaya penanganan yang diperlukan.
Metode penelitian dilakukan melalui survei lapangan selama tujuh hari pada tiga
periode jam sibuk, yaitu pagi, siang, dan sore. Data yang dikumpulkan meliputi
kondisi geometrik jalan, volume lalu lintas, dan hambatan samping. Selain itu,
dilakukan proyeksi pertumbuhan lalu lintas untuk mengetahui kondisi jaringan
jalan di masa mendatang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan di sekitar
lokasi penelitian bertipe 2/2 tak terbagi dengan kapasitas sebesar 2.170 smp/jam.
Volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam puncak pagi sebesar 189,8 smp/jam
dengan nilai derajat kejenuhan sebesar 0,087 yang menunjukkan tingkat pelayanan
jalan berada pada kategori A. Hambatan samping tergolong sangat rendah dengan
nilai 76. Proyeksi pertumbuhan lalu lintas selama 15 tahun dengan laju 3,5% per
tahun menunjukkan peningkatan volume kendaraan, namun masih berada dalam
batas kapasitas jalan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ruas
jalan eksisting masih mampu mengakomodasi tambahan lalu lintas akibat
operasional RSUD Panyabungan, sehingga dampak yang ditimbulkan relatif kecil
dan tidak memerlukan penanganan signifikan dalam jangka pendek.