| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa
yang terlihat dari kesulitan mereka dalam mengemukakan pendapat serta proses
pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru dengan metode ceramah
yang monoton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya
pengaruh signifikan serta besarnya pengaruh penggunaan media Chutes and
ladders berbasis Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan berpikir kritis
siswa kelas IV SD Negeri 101887 Tanjung Morawa. Metode penelitian yang
digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental tipe
Non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini mencakup
seluruh siswa kelas IV SD Negeri 101887 Tanjung Morawa yang berjumlah 40
siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan saturation sampling (sampel
jenuh), di mana kelas IV-B (20 siswa) ditetapkan sebagai kelas eksperimen yang
menggunakan media AR, dan kelas IV-A (20 siswa) sebagai kelas kontrol dengan
pembelajaran konvensional. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes
uraian sebanyak 10 butir soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kemampuan berpikir kritis
kelas eksperimen (80) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (62,5). Berdasarkan
uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test, diperoleh nilai signifikansi
(2-tailed) 0,002 < 0,05, sehingga diterima dan ditolak. Selanjutnya, hasil uji N
gain menunjukkan peningkatan pada kelas eksperimen sebesar 77,00% (kategori
tinggi), sementara kelas kontrol sebesar 54,35% (kategori sedang). Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan
media Chutes and ladders berbasis Augmented Reality (AR) terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa kelas IV SD Negeri 101887 Tanjung Morawa. |
en_US |