| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan 30 siswa kelas 5 Matayom (setara
Kelas XI SMA) di Thamasat Whittaya School, Thailand Selatan, dalam menulis
karangan menggunakan imbuhan bahasa Indonesia secara tepat, serta
mengidentifikasi jenis kesalahan afiksasi yang paling dominan di antara mereka.
Penguasaan imbuhan (prefiks, sufiks, infiks, dan konfiks) dianggap sangat krusial
karena kesalahan sekecil apa pun dapat memengaruhi kualitas karangan secara
keseluruhan, yang berakar pada pembentukan makna dan ketepatan fungsi
gramatikal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan
melalui tes menulis, observasi, dan wawancara dengan guru. Hasil analisis
menunjukkan bahwa kemampuan siswa berada pada kategori sedang, dengan
kecenderungan kesalahan tinggi terfokus pada prefiks, sufiks dan konfiks, terutama
terkait perubahan fonologis dan ketidaktepatan fungsi gramatikal, sementara
kesalahan infiks adalah yang paling minim. Temuan ini menegaskan kebutuhan
mendesak untuk penguatan pembelajaran morfologi melalui strategi eksplisit,
latihan kontekstual berkelanjutan, serta pengembangan bahan ajar yang relevan
dengan kebutuhan pelajar Thailand. |
en_US |