Abstract:
Balap liar merupakan fenomena yang kerap kali menimbulkan risiko dan
bahaya bagi masyarakat. Praktik ini melibatkan perlombaan ilegal di jalan raya,
seringkali dilakukan dengan kecepatan tinggi dan tanpa mengindahkan aturan lalu
lintas . Selain membahayakan nyawa pengendara dan orang lain di sekitarnya, balap
liar juga merusak infrastruktur jalan serta mengganggu ketertiban dan keamanan
masyarakat. Fenomena balapan liar sebagai salah satu wujud kenakalan anak, akan
menjadi masalah besar apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Balapan liar ini
merupakan perbuatan yang dilarang dan diatur dalam hukum positif yang berlaku di
Indonesia. Balapan liar ini, menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di masyarakat.
Karena resiko yang dihadapi sangat besar, mulai dari berurusan dengan polisi,
kecelakaan yang mengakibatkan cacat hingga kematian. Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah Bagaimana modus balap liar yang dilakukan oleh anak di Kota
Medan, Apakah faktor faktor penyebab terjadinya balap liar yang dilakukan oleh anak
dan Bagaimana solusi mencegah balap liar yang dilakukan oleh anak.
Metode penelitian yang digunakan adalah empiris, dengan sifat penelitian
deskriptif dan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, sumber data
yang digunakan data primer dan sekunder serta menggunakan analisis kualitatif
Modus balap liar yang dilakukan oleh anak di Kota Medan pada dasarnya tidak
jauh berbeda dengan daerah lain, yaitu dilakukan secara berkelompok, berlangsung
pada malam hingga dini hari, serta memanfaatkan jalan umum yang sepi. Namun,
terdapat ciri khas perkotaan, seperti penggunaan media sosial untuk mengatur waktu
dan lokasi, keterlibatan komunitas atau geng motor, serta tujuan utama untuk mencari
sensasi. Faktor faktor penyebab terjadinya balap liar yang dilakukan oleh anak
dipengaruhi oleh kombinasi aspek internal maupun eksternal. Dari sisi internal, rasa
ingin tahu, dorongan adrenalin, pencarian jati diri, hingga keinginan memperoleh
pengakuan dari teman sebaya menjadi pemicu utama. Sementara dari sisi eksternal,
kurangnya pengawasan orang tua, lemahnya kontrol sosial di lingkungan. Solusi
mencegah balap liar yang dilakukan oleh anak yang dilakukan oleh Polrestabes Medan
adalah dengan melakukan pendekatan represif, preventif, dan edukatif.