Abstract:
Fenomena di Kecamatan Pantai Cermin menunjukkan bahwa banyak Usaha
Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengalami kesulitan dalam
mempertahankan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
Employer Branding dan Work Life Balance terhadap Retensi Karyawan melalui
Kepuasan Kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Dalam penelitian ini teknik
pengambilan sampel menggunakan ―Purposive Sampling‖. Teknik pengumpulan
data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Employer Branding berpengaruh signifikan
terhadap retensi karyawan dengan nilai T-statistik sebesar 3,797 dan p-value
0,000. Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Employer Branding yang
diterapkan, semakin tinggi pula tingkat retensi karyawan. Selain itu, Work Life
Balance juga berpengaruh terhadap retensi karyawan dengan T-statistik 2,145 dan
p-value 0,032, meskipun pengaruhnya tidak sebesar Employer Branding.
Kepuasan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap retensi karyawan dengan
T-statistik 2,634 dan p-value 0,009, yang menunjukkan bahwa kepuasan kerja
merupakan faktor kunci dalam meningkatkan retensi karyawan. Employer
Branding juga berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan, dengan T-
statistik 2,398 dan p-value 0,017. Sementara itu, Work Life Balance menunjukkan
pengaruh positif terhadap kepuasan kerja dengan T-statistik 2,097 dan p-value
0,036. Penelitian ini menemukan bahwa kepuasan kerja berperan sebagai variabel
mediasi antara Employer Branding dan Work Life Balance terhadap retensi
karyawan, dengan T-statistik untuk pengaruh tidak langsung Employer Branding
melalui kepuasan kerja sebesar 5,377 dan p-value 0,000, serta Work Life Balance
melalui kepuasan kerja sebesar 2,078 dan p-value 0,038. Kesimpulannya,
Employer Branding dan Work Life Balance memiliki pengaruh signifikan
terhadap retensi karyawan di UMKM pariwisata lokal di Kecamatan Pantai
Cermin, dengan kepuasan kerja sebagai mediator utama dalam hubungan tersebut.
Rekomendasi bagi perusahaan adalah untuk meningkatkan program Employer
Branding dan memperhatikan keseimbangan kerja-hidup karyawan guna
meningkatkan kepuasan dan retensi karyawan.