Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching
(CRT) terhadap aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas III
SD Negeri 064965. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan
desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari siswa
kelas III-A sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan model PjBL-CRT dan
siswa kelas III-B sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan metode
konvensional. Instrumen penelitian berupa lembar observasi aktivitas belajar siswa
dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
signifikan aktivitas belajar antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini
dibuktikan dengan nilai signifikansi < 0,05 dan nilai t hitung > t tabel yang
menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Aktivitas belajar siswa pada kelas
eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang mencerminkan bahwa
model PjBL-CRT mampu menciptakan suasana pembelajaran yang aktif,
kontekstual, dan relevan dengan budaya siswa. Penerapan metode ceramah secara
strategis digunakan untuk memotivasi dan membangun semangat belajar siswa,
serta mengaitkan materi matematika dengan pengalaman dan budaya lokal. Dengan
demikian, penerapan model PjBL yang dipadukan dengan pendekatan CRT efektif
dalam meningkatkan keterlibatan, interaksi, dan pemahaman siswa terhadap materi
matematika. Penelitian ini merekomendasikan agar guru dapat menerapkan model
ini
secara berkelanjutan dengan memperhatikan kesiapan perencanaan
pembelajaran dan relevansi materi dengan konteks budaya siswa.