Abstract:
Pada jenjang sekolah dasar penggunaan media sangat dianjurkan dalam
proses pembelajaran, media diharapkan mampu menjadi suatu perantara untuk
menyampaikan isi materi secara lebih mudah untuk dipahami, terutama bagi
peserta didik. Guru yang kurang menerapkan media pembelajaran memberikan
dampak peserta didik menunjukkan sikap kurang minat dalam memperhatikan
guru dalam menjelaskan materi. Untuk mendukung proses pembelajaran perlu
adanya media yang inovatif salah satunya yaitu menggunakan media
pembelajaran berbasis permainan. Ular tangga sebagai salah satu permainan yang
menyenangkan dapat dimodifikasi menjadi media pembelajaran IPAS. Penelitian
ini bertujuan untuk mengembangkan media ular tangga sebagai media ajar yang
menarik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research
& Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE
(Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Namun, pada
penelitian ini peneliti hanya sampai pada tahap implementation. Populasi pada
penelitian ini adalah kelas V SD PAB 25 Medan, dengan jumlah peserta didik 17
siswa. Instrument pokok dalam pengembangan ini adalah lembar kevalidan dan
kepraktisan media. Tingkat kevalidan dan kepraktisan media ular tangga dilihat
berdasarkan pada penilaian oleh validator ahli media yaitu dengan presentase nilai
“98%” dan validator hali materi yaitu dengan presentase nilai “86%” dengan
kriteria sangat valid yang artinya media “Layak” untuk digunakan dalam proses
pembelajaran. Kemudian hasil dari nilai kepraktisan siswa dengan presentase
“92%” dan hasil nilai kepraktisan guru dengan presentase nilai “92%” dengan
kriteria sangat praktis, yang artinya media “Layak” untuk digunakan dalam proses
belajar mengajar.