Abstract:
Pembangunan prasarana Bus Rapid Transit (BRT) di Jalan Gatot Subroto Kota
Medan berpotensi memengaruhi kinerja lalu lintas akibat berkurangnya ruang gerak
kendaraan dan perubahan kondisi operasional jalan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kapasitas jalan, derajat kejenuhan, tingkat pelayanan jalan, serta
pengaruh pembangunan prasarana BRT terhadap kinerja lalu lintas pada ruas Jalan
Gatot Subroto segmen BS 04–BS 05. Metode penelitian dilakukan melalui survei
lapangan berupa pengumpulan data volume lalu lintas, kondisi geometrik jalan,
hambatan samping, dan kecepatan kendaraan. Analisis data menggunakan
Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 dengan parameter kapasitas jalan,
derajat kejenuhan, kecepatan arus bebas, kecepatan tempuh, waktu tempuh, dan
tingkat pelayanan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas jalan
menurun dari 3.026 smp/jam menjadi 2.783,9 smp/jam selama pembangunan
prasarana BRT. Derajat kejenuhan meningkat dari 0,91 menjadi 0,99 pada arah
Pinang Baris–Gatot Subroto dan dari 0,89 menjadi 0,97 pada arah Gatot Subroto
Pinang Baris. Tingkat pelayanan jalan berada pada kategori LOS E dengan kondisi
lalu lintas yang semakin mendekati LOS F. Dengan demikian, pembangunan
prasarana BRT berpengaruh terhadap penurunan kinerja lalu lintas melalui
berkurangnya kapasitas jalan dan meningkatnya derajat kejenuhan.