Abstract:
Beton ringan terapung (beton ponton) merupakan inovasi material konstruksi yang
dikembangkan untuk mengatasi kendala berat pada beton konvensional, khususnya
untuk aplikasi struktur terapung seperti dermaga apung dan jembatan ponton.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan perlite sebagai
substitusi agregat halus (5%) dan styrofoam sebagai substitusi agregat kasar (35%),
baik secara terpisah maupun kombinasi, terhadap kuat tekan dan daya apung beton
ponton dibandingkan dengan beton kontrol. Penelitian bersifat eksperimental
dengan mengacu pada SNI 03-3449-2002 untuk perencanaan campuran beton
ringan, menggunakan benda uji silinder (150 x 300 mm) untuk pengujian kuat tekan
dan benda uji slab (150 x 150 x 50 mm) untuk pengujian apung, dengan masa
perawatan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan styrofoam
dan perlite mampu menurunkan berat jenis beton, dengan variasi kombinasi
styrofoam dan perlite (SP) memberikan penurunan berat jenis paling signifikan
yaitu hingga 57,62% pada benda uji slab. Namun, penurunan berat jenis ini diikuti
oleh penurunan kuat tekan, dimana beton kontrol (K) memiliki kuat tekan tertinggi
sebesar 4,59 MPa, sedangkan variasi styrofoam (S) mengalami penurunan terbesar
hingga 1,67 MPa. Penambahan perlite pada variasi kombinasi (SP) terbukti
membantu meningkatkan kuat tekan sebesar 58,08% dibandingkan variasi
styrofoam saja, sehingga mencapai 2,64 MPa. Pada pengujian apung, seluruh
variasi belum mampu mengapung sempurna meskipun beberapa telah mencapai
berat jenis rencana 1000 kg/m³, akibat masih adanya pori pada beton yang
menyebabkan penyerapan air. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada
optimalisasi persentase campuran serta penerapan lapisan kedap air untuk
meningkatkan daya apung beton ponton.