DSpace Repository

ANALISIS SIFAT- SIFAT MORTAR DENGAN PENAMBAHAN AMPAS KOPI SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN

Show simple item record

dc.contributor.author SETIAWAN, M RANDI INDRA
dc.date.accessioned 2026-10-08T08:03:28Z
dc.date.available 2026-10-08T08:03:28Z
dc.date.issued 2026-08-29
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32171
dc.description.abstract Penggunaan semen sebagai bahan pengikat utama pada mortar berkontribusi terhadap tingginya emisi karbon sehingga diperlukan material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan yang berpotensi dimanfaatkan adalah limbah ampas kopi sebagai substitusi sebagian semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan ampas kopi terhadap sifat-sifat mortar serta menentukan persentase substitusi yang menghasilkan kuat tekan optimum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan menggunakan dua variasi faktor air semen FAS yaitu 0,35 dan 0,40. Variasi substitusi ampas kopi yang digunakan sebesar 3%, 5%, 7%, dan 9% dari berat semen, dengan benda uji berupa kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm sebanyak 60 sampel yang direndam selama 28 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi berat jenis mortar, penyerapan (absorpsi), Vicat, efflorescence, dan kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas kopi memengaruhi sifat-sifat mortar, dimana berat jenis mortar cenderung menurun, serta penyerapan meningkat akibat tingginya daya serap air ampas kopi. Selain itu, waktu ikat mortar menjadi lebih lama seiring bertambahnya persentase ampas kopi, yaitu dari sekitar 90–105 menit pada mortar normal menjadi 210–225 menit pada substitusi 9%, sedangkan seluruh benda uji tidak menunjukkan gejala efflorescence. Nilai kuat tekan optimum didapat pada variasi substitusi AK 3%, yaitu sebesar 18,84 MPa meningkat 14,3% pada FAS 0,35 dan 15,89 Mpa meningkat 7,9% pada FAS 0,40, sedangkan kuat tekan terendah terjadi pada variasi 9%, yaitu sebesar 11,18 Mpa turun 32,1% pada FAS 0,35 dan 10,01 MPa turun 31,9% pada FAS 0,40. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa substitusi ampas kopi sebesar 3% merupakan variasi optimum yang memberikan sifat mortar terbaik, dengan FAS 0,35 menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan FAS 0,40. Pengujian ini menyarankan penggunaan variasi yang lebih kecil yaitu 1% sampai 2% dan umur curing yang lebih beragam. en_US
dc.publisher umsu en_US
dc.subject mortar en_US
dc.subject ampas kopi en_US
dc.title ANALISIS SIFAT- SIFAT MORTAR DENGAN PENAMBAHAN AMPAS KOPI SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account