Abstract:
Penggunaan semen sebagai bahan pengikat utama pada mortar berkontribusi
terhadap tingginya emisi karbon sehingga diperlukan material alternatif yang lebih
ramah lingkungan. Salah satu bahan yang berpotensi dimanfaatkan adalah limbah
ampas kopi sebagai substitusi sebagian semen. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh penambahan ampas kopi terhadap sifat-sifat mortar serta
menentukan persentase substitusi yang menghasilkan kuat tekan optimum. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan
menggunakan dua variasi faktor air semen FAS yaitu 0,35 dan 0,40. Variasi
substitusi ampas kopi yang digunakan sebesar 3%, 5%, 7%, dan 9% dari berat
semen, dengan benda uji berupa kubus berukuran 5 × 5 × 5 cm sebanyak 60 sampel
yang direndam selama 28 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi berat jenis
mortar, penyerapan (absorpsi), Vicat, efflorescence, dan kuat tekan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan ampas kopi memengaruhi sifat-sifat
mortar, dimana berat jenis mortar cenderung menurun, serta penyerapan meningkat
akibat tingginya daya serap air ampas kopi. Selain itu, waktu ikat mortar menjadi
lebih lama seiring bertambahnya persentase ampas kopi, yaitu dari sekitar 90–105
menit pada mortar normal menjadi 210–225 menit pada substitusi 9%, sedangkan
seluruh benda uji tidak menunjukkan gejala efflorescence. Nilai kuat tekan
optimum didapat pada variasi substitusi AK 3%, yaitu sebesar 18,84 MPa
meningkat 14,3% pada FAS 0,35 dan 15,89 Mpa meningkat 7,9% pada FAS 0,40,
sedangkan kuat tekan terendah terjadi pada variasi 9%, yaitu sebesar 11,18 Mpa
turun 32,1% pada FAS 0,35 dan 10,01 MPa turun 31,9% pada FAS 0,40.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa substitusi ampas kopi
sebesar 3% merupakan variasi optimum yang memberikan sifat mortar terbaik,
dengan FAS 0,35 menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan FAS 0,40.
Pengujian ini menyarankan penggunaan variasi yang lebih kecil yaitu 1% sampai
2% dan umur curing yang lebih beragam.