DSpace Repository

ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO PEKERJAAN PENGANGKATAN ( LIFTING OPERATION ) MENGGUNAKAN MOBILE CRANE DENGAN METODE HIRADC DI GALANGAN KAPAL PT. WARUNA SHIPYARD INDONESIA

Show simple item record

dc.contributor.author HARAHAP, RIZKY ARPANDI
dc.date.accessioned 2026-10-08T07:55:40Z
dc.date.available 2026-10-08T07:55:40Z
dc.date.issued 2026-08-26
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32168
dc.description.abstract Aktivitas lifting operation yang menggunakan mobile crane di PT. Waruna Shipyard Indonesia termasuk pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi, karena dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang berakibat pada cedera, kerusakan peralatan, kerugian material, serta terganggunya proses produksi. Dengan demikian, diperlukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penerapan pengendalian yang efektif untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menetapkan upaya pengendalian risiko pada aktivitas lifting operation melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC) di PT. Waruna Shipyard Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan operator mobile crane, rigger, signalman, dan pengawas K3, serta studi dokumentasi yang meliputi SOP, Permit to Work (PTW), dan dokumen HIRADC perusahaan. Analisis dilaksanakan melalui tahapan identifikasi bahaya, penilaian risiko berdasarkan nilai likelihood dan severity, serta penentuan pengendalian sesuai hierarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan adanya 15 potensi bahaya yang terdiri atas 7 bahaya pada tahap persiapan, 6 bahaya pada tahap proses pengangkatan, dan 2 bahaya pada tahap penyelesaian pekerjaan. Berdasarkan penilaian risiko, 13 potensi bahaya termasuk kategori Low Risk dan 2 potensi bahaya termasuk kategori Medium Risk, yaitu bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh. Pengendalian risiko dilakukan melalui inspeksi peralatan, penyusunan lifting plan, penggunaan personel yang kompeten, komunikasi kerja yang efektif, pemasangan barikade, pengawasan selama proses pengangkatan, serta pemanfaatan alat pelindung diri. Penerapan pengendalian tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan budaya keselamatan kerja dalam aktivitas lifting operation. en_US
dc.publisher umsu en_US
dc.subject HIRADC en_US
dc.subject lifting operation en_US
dc.title ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO PEKERJAAN PENGANGKATAN ( LIFTING OPERATION ) MENGGUNAKAN MOBILE CRANE DENGAN METODE HIRADC DI GALANGAN KAPAL PT. WARUNA SHIPYARD INDONESIA en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account