Abstract:
Aktivitas lifting operation yang menggunakan mobile crane di PT. Waruna
Shipyard Indonesia termasuk pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi, karena dapat
menimbulkan kecelakaan kerja yang berakibat pada cedera, kerusakan peralatan,
kerugian material, serta terganggunya proses produksi. Dengan demikian,
diperlukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penerapan pengendalian yang
efektif untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko,
serta menetapkan upaya pengendalian risiko pada aktivitas lifting operation melalui
metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control
(HIRADC) di PT. Waruna Shipyard Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan operator mobile crane,
rigger, signalman, dan pengawas K3, serta studi dokumentasi yang meliputi SOP,
Permit to Work (PTW), dan dokumen HIRADC perusahaan. Analisis dilaksanakan
melalui tahapan identifikasi bahaya, penilaian risiko berdasarkan nilai likelihood
dan severity, serta penentuan pengendalian sesuai hierarki pengendalian risiko.
Hasil penelitian menunjukkan adanya 15 potensi bahaya yang terdiri atas 7 bahaya
pada tahap persiapan, 6 bahaya pada tahap proses pengangkatan, dan 2 bahaya pada
tahap penyelesaian pekerjaan. Berdasarkan penilaian risiko, 13 potensi bahaya
termasuk kategori Low Risk dan 2 potensi bahaya termasuk kategori Medium Risk,
yaitu bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh. Pengendalian risiko dilakukan
melalui inspeksi peralatan, penyusunan lifting plan, penggunaan personel yang
kompeten, komunikasi kerja yang efektif, pemasangan barikade, pengawasan
selama proses pengangkatan, serta pemanfaatan alat pelindung diri. Penerapan
pengendalian tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan kerja serta
meningkatkan budaya keselamatan kerja dalam aktivitas lifting operation.