Abstract:
Transportasi perkeretaapian memerlukan kondisi jalan rel yang memenuhi
spesifikasi teknis untuk menjamin keselamatan dan kelancaran operasional.
Penurunan kondisi komponen jalan rel dapat menyebabkan ketidaksesuaian
terhadap standar teknis dan memengaruhi kinerja komponen jalan rel, sehingga
diperlukan evaluasi kondisi eksisting untuk mengetahui tingkat kesesuaian
terhadap spesifikasi teknis dan sebagai dasar penentuan rekomendasi prioritas
perbaikan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi komponen jalan rel pada
lintas Medan–Pulu Brayan sepanjang 4,655 km, menganalisis kesesuaiannya
terhadap spesifikasi teknis yang berlaku, menghitung kebutuhan material, serta
menentukan prioritas penanganan dengan metode penelitian melalui survei
lapangan terhadap komponen jalan rel. Data hasil survei dianalisis dengan
membandingkan kondisi eksisting terhadap spesifikasi teknis, menentukan tingkat
ketidaksesuaian, menghitung kebutuhan material, serta menetapkan prioritas dan
rekomendasi perbaikannya berdasarkan tingkat kerusakan, fungsi komponen, dan
pengaruhnya terhadap kinerja komponen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kondisi komponen jalan rel belum seluruhnya memenuhi spesifikasi teknis
yang berlaku. Ballast memiliki tingkat ketidaksesuaian terbesar sehingga menjadi
prioritas utama penanganan melalui penambahan volume ballast dan perbaikan
kondisi mud pumping. Bantalan menjadi prioritas kedua melalui penggantian
bantalan yang rusak, sedangkan penambat menjadi prioritas ketiga melalui
penggantian penambat yang hilang atau lepas. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa evaluasi kesesuaian kondisi komponen terhadap spesifikasi teknis dapat
menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan material serta menyusun prioritas
perbaikan jalan rel.