DSpace Repository

ANALISIS PENGARUH VARIASI PRESENTASE ABU SEKAM PADI DAN SERBUK TULANG SAPI SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR BERSERAT SABUT KELAPA (Studi Penelitian)

Show simple item record

dc.contributor.author ERLANGGA, MUHAMAD EGI
dc.date.accessioned 2026-10-06T06:22:39Z
dc.date.available 2026-10-06T06:22:39Z
dc.date.issued 2026-08-04
dc.identifier.uri http://localhost:8080/handle/123456789/32087
dc.description.abstract Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi persentase abu sekam padi (ASP) dan serbuk tulang sapi (STS) sebagai bahan pengganti sebagian semen, serta pengaruh penambahan serat sabut kelapa (SSK) sebagai bahan penguat tambahan, terhadap kuat tekan mortar. Mortar merupakan material komposit yang terdiri dari semen, agregat halus, air, dan bahan tambahan untuk memperbaiki sifat mekanik dan fisiknya. Abu sekam padi dan serbuk tulang sapi dipilih sebagai substitusi sebagian semen karena bersifat pozzolanik dan berasal dari limbah pertanian serta peternakan, sedangkan serat sabut kelapa digunakan sebagai bahan penguat alami yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan melalui dua tahap pengujian kuat tekan dengan metode eksperimen laboratorium pada faktor air semen (FAS) 0,40. Tahap pertama menggunakan variasi kombinasi ASP dan STS sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% dari berat semen untuk menentukan komposisi optimum. Tahap kedua menggunakan komposisi optimum ASP-STS dengan penambahan variasi SSK sebesar 1%, 2%, dan 3% dari volume benda uji. Benda uji mortar berbentuk kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm dibuat dan diuji kuat tekan serta berat jenis setelah perawatan perendaman selama 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi ASP 2% + STS 3% memberikan kuat tekan mortar optimum, yaitu sebesar 26,40 MPa, meningkat sekitar 3,7 kali dibandingkan mortar normal (7,15 MPa). Penambahan serat sabut kelapa pada komposisi optimum tersebut menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi pada kadar SSK 1%, yaitu sebesar 6,36 MPa, namun nilai ini masih lebih rendah dibandingkan mortar tanpa SSK, dan kuat tekan terus menurun seiring bertambahnya kadar SSK menjadi 6,12 MPa (SSK 2%) dan 5,14 MPa (SSK 3%). Berat jenis mortar cenderung meningkat pada komposisi ASP-STS yang optimum, sementara penambahan SSK pada kadar tinggi meningkatkan nilai penyerapan air mortar. Kesimpulannya, penggunaan abu sekam padi dan serbuk tulang sapi sebagai pengganti sebagian semen dengan komposisi ASP 2% + STS 3% secara signifikan dapat meningkatkan kuat tekan mortar, sedangkan penambahan serat sabut kelapa pada penelitian ini belum memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kuat tekan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan material konstruksi berbasis limbah pertanian dan peternakan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis. en_US
dc.publisher UMSU en_US
dc.subject Mortar en_US
dc.subject Abu Sekam Padi en_US
dc.title ANALISIS PENGARUH VARIASI PRESENTASE ABU SEKAM PADI DAN SERBUK TULANG SAPI SEBAGAI PENGGANTI SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR BERSERAT SABUT KELAPA (Studi Penelitian) en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Browse

My Account