Abstract:
Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi persentase abu sekam padi (ASP) dan
serbuk tulang sapi (STS) sebagai bahan pengganti sebagian semen, serta pengaruh
penambahan serat sabut kelapa (SSK) sebagai bahan penguat tambahan, terhadap
kuat tekan mortar. Mortar merupakan material komposit yang terdiri dari semen,
agregat halus, air, dan bahan tambahan untuk memperbaiki sifat mekanik dan
fisiknya. Abu sekam padi dan serbuk tulang sapi dipilih sebagai substitusi sebagian
semen karena bersifat pozzolanik dan berasal dari limbah pertanian serta
peternakan, sedangkan serat sabut kelapa digunakan sebagai bahan penguat alami
yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan melalui dua tahap pengujian kuat
tekan dengan metode eksperimen laboratorium pada faktor air semen (FAS) 0,40.
Tahap pertama menggunakan variasi kombinasi ASP dan STS sebesar 0%, 1%, 2%,
3%, 4%, dan 5% dari berat semen untuk menentukan komposisi optimum. Tahap
kedua menggunakan komposisi optimum ASP-STS dengan penambahan variasi
SSK sebesar 1%, 2%, dan 3% dari volume benda uji. Benda uji mortar berbentuk
kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm dibuat dan diuji kuat tekan serta berat jenis
setelah perawatan perendaman selama 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa kombinasi ASP 2% + STS 3% memberikan kuat tekan mortar optimum,
yaitu sebesar 26,40 MPa, meningkat sekitar 3,7 kali dibandingkan mortar normal
(7,15 MPa). Penambahan serat sabut kelapa pada komposisi optimum tersebut
menghasilkan nilai kuat tekan tertinggi pada kadar SSK 1%, yaitu sebesar 6,36
MPa, namun nilai ini masih lebih rendah dibandingkan mortar tanpa SSK, dan kuat
tekan terus menurun seiring bertambahnya kadar SSK menjadi 6,12 MPa (SSK 2%)
dan 5,14 MPa (SSK 3%). Berat jenis mortar cenderung meningkat pada komposisi
ASP-STS yang optimum, sementara penambahan SSK pada kadar tinggi
meningkatkan nilai penyerapan air mortar. Kesimpulannya, penggunaan abu sekam
padi dan serbuk tulang sapi sebagai pengganti sebagian semen dengan komposisi
ASP 2% + STS 3% secara signifikan dapat meningkatkan kuat tekan mortar,
sedangkan penambahan serat sabut kelapa pada penelitian ini belum memberikan
kontribusi positif terhadap peningkatan kuat tekan. Penelitian ini memberikan
kontribusi terhadap pengembangan material konstruksi berbasis limbah pertanian
dan peternakan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.