Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31810
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorMAGDALENA, MARIA-
dc.date.accessioned2026-06-23T02:51:30Z-
dc.date.available2026-06-23T02:51:30Z-
dc.date.issued2026-04-09-
dc.identifier.issnissn-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31810-
dc.description.abstractTujuan Penelitian ini adalah: 1).Untuk mengetahui pengaruh model Scaffolding Adaptif dan Scaffolding Metakognitif terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMP. 2).Untuk mengetahui pengaruh model Scaffolding Adaptif dan Scaffolding Metakognitif terhadap self-efficacy siswa SMP dalam belajar matematika. 3). Untuk membandingkan efektivitas antara model Scaffolding Adaptif dan Scaffolding Metakognitif terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMP berdasarkan analisis dengan pendekatan Bayesian. 4).Untuk membandingkan efektivitas antara model Scaffolding Adaptif dan Scaffolding Metakognitif terhadap self-efficacy siswa SMP berdasarkan analisis dengan pendekatan Bayesian. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep dan self-efficacy siswa SMP. Eksperimen ini menggunakan Quasi eksperimental research, dimana populasi penelitian adalah siswa SMP kelas unggulan, diambil sampel 2 kelas unggulan yang terdiri dari 37 dan 38 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah design post test only. Instrumen penelitian berupa test pemahaman konsep dan angket self-efficacy. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan Bayesian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pemahaman konsep mempunyai perbedaan signifikan antar 2 kelompok dengan model scaffolding Metakognitif lebih berpengaruh dengan BF10 =3,655 × 109 dan CI=95%, dengan prior Cauchy 0,707. Sementara self-efficacy dengan BF10 =0,240 tidak menunjukkan perbedaan antara kedua model. Walaupun dari data eksperimen, terdapat ketidaknormalan ketika diuji dengan test Shapiro dimana nilai p-value, p<0,001 maka ditest kembali dengan Mann Whitney test (non-parametrik) ternyata U=133.500 dan p<0,001 (sangat signifikan, berarti ada perbedaan). Data robus pada test Mann-whitney test (non parametrik) dan Bayes Faktor 10. Kesimpulan penelitian ini model scaffolding metakognitif lebih berpengaruh pada pemahaman konsep matematika, sedangkan kedua model scaffolding pada self-efficacy tidak ada pengaruh sama sekali.en_US
dc.subjectBayesianen_US
dc.subjectScaffolding Metakognitifen_US
dc.subjectScaffolding Adaptifen_US
dc.subjectPemahaman Konsep Matematika,en_US
dc.subjectSelf-Efficacyen_US
dc.subjectMann-Whitney Testen_US
dc.subjectrobusten_US
dc.titlePENGARUH MODEL SCAFFOLDING ADAPTIF DAN SCAFFOLDING METAKOGNITIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DAN SELF-EFFICACY SISWA SMPen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Masters in Mathematics Education

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
TESIS MARIA MAGDALENA 2420070007.pdf3.46 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.