Abstract:
Film merupakan sebuah media massa yang memiliki kekuatan besar dalam
menyampaikan pesan, membentuk opini publik, serta mempengaruhi cara pandang
masyarakat terhadap realitas sosial. Melalui alur cerita, tokoh, dialog, dan simbol
simbol visual, film mampu menjadi merepresentasikan berbagai realitas sosial yang
salah satunya ialah peran ibu. Saat ini, banyak sekali film yang menampilkan
representasi peran ibu dalam beberapa adegan tertentu dan diantaranya ialah film
Tabayyun dan film Bila Esok Ibu Tiada. Tujuan penelitian ini untuk
membandingkan bagaimana representasi peran ibu di tampilkan dalam film
Tabayyun karya Key Mangunsong dan film Bila Esok Ibu Tiada karya Rudi
Soedjarwo. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan
teori semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Metode Penelitian dalam
penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka yang mana
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengobservasi dan mencatat
beberapa adegan yang relevan kemudian dilakukan pengambilan gambar
(screenshot) pada adegan tersebut dan selanjutnya dianalisis dan dideskripsikan
secara sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa representasi peran ibu
dalam kedua film tersebut terbagi ke dalam empat indikator utama, yaitu
pengasuhan, pengelolaan rumah tangga, pembentukan nilai, dan figur sentral.
Simpulan dari penelitian ini menemukan bahwa kedua film tersebut tidak hanya
menyampaikan cerita, tetapi juga menghadirkan makna yang lebih dalam terkait
peran seorang ibu dalam kehidupan keluarga.