Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi Pemerintah
Kota Pematangsiantar dalam membangun branding Becak Siantar sebagai identitas
wisata daerah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya citra Kota
Pematangsiantar sebagai destinasi wisata, meskipun memiliki potensi lokal yang
unik dan khas, yaitu Becak Siantar sebagai simbol budaya dan transportasi
tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi dengan informan dari Dinas Pariwisata, komunitas
Becak Siantar, dan pengemudi becak. Analisis data menggunakan model interaktif
Miles & Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi
komunikasi yang dilakukan pemerintah meliputi perencanaan pesan yang
menonjolkan nilai sejarah dan keunikan Becak Siantar, penggunaan berbagai media
komunikasi baik konvensional maupun digital, serta pelibatan masyarakat dalam
mendukung proses branding. Implementasi strategi dilakukan melalui promosi
visual, kerja sama dengan berbagai pihak, dan pengembangan program wisata
berbasis Becak Siantar. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi
komunikasi yang dilakukan sudah cukup efektif dalam memperkuat identitas wisata
Kota Pematangsiantar, meskipun masih terdapat kendala dalam optimalisasi media
dan konsistensi promosi.