Abstract:
Di Desa Hamparan Perak, tokoh adat memiliki peran penting sebagai penjaga dan
pelestari budaya Melayu Deli. Namun, perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi
menyebabkan perubahan sosial, khususnya pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan
untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal tokoh adat dalam mewariskan
nilai-nilai budaya Melayu Deli kepada remaja, serta mengidentifikasi faktor pendukung
dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif, melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan tokoh adat dan
remaja sebagai narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi
interpersonal dilakukan secara langsung melalui interaksi tatap muka dalam kegiatan adal
dan kehidupan sehari-hari. Komunikasi bersifat dua arah sehingga memungkinkan dialog.
umpan balik, dan kedekatan antara tokoh adat dan remaja. Nilai budaya yang diwariskan
meliputi sopan santun, penghormatan kepada orang tua, kebersamaan, serta nilai
keagarnaan. Pewarisan nilai dilakukan melalui nasihat, keteladanan, dan keterlibatan
remaja dalam kegiatan adat. Faktor pendukung meliputi kedekatan sosial, dukungan
keluarga, dan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan adat. Sementara itu, faktor
penghambat mencakup pengaruh modernisasi, perkembangan teknologi, perbedaan pola
pikir, serta rendahnya minat remaja terhadap budaya lokal. Dengan demikian, efektivitas
komunikasi interpersonal yang adaptif menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan
nilai budaya Melayu Deli di tengah perkembangan zaman.