Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko kecelakaan kerja di sektor
ketenagalistrikan serta pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam
mensosialisasikan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). PT. PLN
(Persero) UIP3BS UPT Kota Medan menginisiasi Program Gema Daya K3
sebagai gerakan internal untuk membangun budaya keselamatan kerja secara
masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang
diterapkan dalam mensosialisasikan program tersebut. Kajian teori yang
digunakan meliputi strategi komunikasi, komunikasi organisasi, dan sosialisasi
program, dengan berfokus pada empat dimensi strategi menurut Wheelen et al.
(2020), yaitu pemberi arah (direction setter), fokus (focus), pendefinisian
organisasi (definition of organization), dan penyedia perspektif (providing
perspective). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi non-
partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi
komunikasi Program Gema Daya K3 telah berjalan efektif pada keempat dimensi,
dengan temuan utama berupa perubahan perilaku penggunaan APD, efektivitas
nilai "Stop pekerjaan kalau tidak aman" dan pendekatan storytelling, serta
pergeseran persepsi pegawai dari skeptis menjadi percaya pada komitmen
perusahaan. Namun, masih ditemukan tantangan berupa kesenjangan
kepemimpinan (leadership gap) antara pimpinan level atas dan menengah, serta
perbedaan pemahaman K3 antara unit operasional dan administrasi. Simpulan
penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan strategi komunikasi K3 tidak
cukup mengandalkan penyampaian pesan yang baik, melainkan memerlukan
integrasi keempat fungsi strategi secara simultan sebagai upaya berkelanjutan
untuk mengubah budaya kerja.