Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31575
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorKamal, Rika Milano-
dc.date.accessioned2026-06-08T08:26:51Z-
dc.date.available2026-06-08T08:26:51Z-
dc.date.issued2026-04-18-
dc.identifier.urihttp://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31575-
dc.description.abstractPembelian iPhone rekondisi di Indonesia menimbulkan berbagai permasalahan hukum perdata, khususnya terkait pemenuhan syarat sah perjanjian, potensi wanprestasi oleh pelaku usaha, serta tanggung jawab hukum terhadap kerugian yang dialami konsumen berdasarkan ketentuan KUHPerdata dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen, sehingga diperlukan kepastian hukum, perlindungan konsumen yang optimal, serta penerapan prinsip keadilan dan transparansi dalam praktik perdagangan berbasis teknologi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terkait impor dan perdagangan iPhone di Indonesia, mengkaji aspek hukum perdata yang dilanggar dalam peredaran iPhone rekondisi, serta menelaah perlindungan hukum bagi konsumen yang membeli iPhone rekondisi dan berisiko mengalami kerugian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keabsahan perjanjian jual beli iPhone rekondisi menurut ketentuan KUHPerdata sering kali tidak terpenuhi, khususnya pada syarat objektif berupa objek tertentu dan sebab yang halal, sehingga perjanjian tersebut berpotensi batal demi hukum, sementara dari aspek wanprestasi pelaku usaha dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerugian konsumen akibat ketidaksesuaian barang, keterlambatan layanan, maupun tidak terpenuhinya janji yang diperjanjikan; selain itu, dari perspektif Undang-Undang Perlindungan Konsumen, pelaku usaha juga melanggar kewajiban untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur serta menjamin kualitas produk, sehingga konsumen berhak memperoleh ganti rugi, meskipun dalam praktiknya perlindungan hukum tersebut belum berjalan secara optimal akibat lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta kurangnya koordinasi antar lembaga, sehingga diperlukan penguatan regulasi, penegakan hukum yang tegas, dan peningkatan literasi hukum guna mewujudkan perlindungan konsumen yang efektif dan berkeadilan. .en_US
dc.publisherumsuen_US
dc.subjectKajian Hukumen_US
dc.subjectIphone Rekondisien_US
dc.titleKAJIAN HUKUM TERHADAP PEMBELIAN IPHONE REKONDISI DITINJAU DARI HUKUM PERDATAen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:Legal Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SKRIPSI RIKA REVISI JUDUL 1 (1) (1) (1).pdfFull Text3.31 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.