Please use this identifier to cite or link to this item:
http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31442Full metadata record
| DC Field | Value | Language |
|---|---|---|
| dc.contributor.author | ARRIZKI, MUHAMMAD RAIHAN | - |
| dc.date.accessioned | 2026-06-06T01:46:57Z | - |
| dc.date.available | 2026-06-06T01:46:57Z | - |
| dc.date.issued | 2026-04-18 | - |
| dc.identifier.uri | http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31442 | - |
| dc.description.abstract | Fenomena sosial di zaman sekarang ini banyak terjadi kasus penganiayaan terhadap pelaku pencurian, pelaku pencurian yang tertangkap oleh masyarakat seringkali dihakimi sebagai bentuk ekspresi kemarahan serta keinginan untuk memberikan efek jera secara instan. Setiap tindakan kriminal pada dasarnya telah diatur mekanisme penyelesaiannya melalui jalur hukum formal, namun realitanya terjadi ketimpangan antara norma hukum dan kenyataan sosial, terjadi praktik main hakim sendiri yang merupakan tindak pidana penganiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penganiayaan terhadap pelaku pencurian, mengkaji faktor penyebab terjadinya penganiayaan terhadap pelaku pencurian, serta mengidentifikasi mekanisme penanggulangan oleh Polsek Medan Tembung terkait penganiayaan terhadap pelaku pencurian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yuridis empiris, dengan sifat deskriptif analitis (descriptive analytical research). Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan perundang undangan (statute approach), dan pendekatan kasus (case approach). Sumber data penelitian meliputi sumber data hukum islam, data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan objek kajian penelitian. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa wawancara dengan informan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor penyebab penganiayaan terhadap pelaku pencurian terjadi karena kombinasi faktor internal dan eksternal pelaku, faktor internal yaitu faktor psikologi pelaku, seperti lemahnya pengendalian diri sehingga membuat pelaku mudah terbawa arus emosi hingga melakukan kekerasan ekstrim (penganiayaan), Faktor eksternal yaitu lemahnya kontrol sosial sehingga menyebabkan pembenaran moral yang mendorong tindakan penganiayaan. Penelitian ini menjelaskan faktor penyebab terjadinya penganiayaan berdasarkan teori-teori kriminologi dan menegaskan adanya ketimpangan antara norma hukum dan praktik yang terjadi di lapangan. | en_US |
| dc.publisher | umsu | en_US |
| dc.subject | Kriminologi | en_US |
| dc.subject | Penganiayaan | en_US |
| dc.title | KAJIAN KRIMINOLOGI TERHADAP PENGANIAYAAN PELAKU PENCURIAN UBI (STUDI DI POLSEK MEDAN TEMBUNG) | en_US |
| dc.type | Thesis | en_US |
| Appears in Collections: | Legal Studies | |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI_MUHAMMAD RAIHAN ARRIZKI_2206200459.pdf | Full Text | 2.44 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.