Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan dalam film
Ballerina karya John Wick menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes.
Film ini mengisahkan perjalanan hidup Eve Macarro, seorang ballerina yang
terlatih sebagai pembunuh bayaran, yang terperangkap dalam dunia kekerasan
setelah kematian ayahnya. Melalui pendekatan Barthes, penelitian ini menggali
makna tanda yang terkandung dalam adegan-adegan kekerasan, baik yang
berbentuk visual, verbal, maupun koreografi aksi. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kekerasan dalam Ballerina tidak hanya digambarkan sebagai tindakan
destruktif,
tetapi juga sebagai bagian dari konstruksi estetika yang
menggabungkan elemen seni balet dengan aksi laga. Setiap adegan kekerasan
disusun dengan ritme dan komposisi yang menyerupai tarian, menjadikan
kekerasan bukan sekadar fisik tetapi juga simbol ekspresi visual yang memukau.
Pencahayaan, musik, dan koreografi pertarungan yang disajikan memberi kesan
bahwa kekerasan dapat menjadi karya seni yang indah. Secara konotatif, film ini
menghubungkan kekerasan dengan tema-tema seperti pembalasan, kontrol sosial,
dan normalisasi ketidaksetaraan dalam dunia bawah tanah para pembunuh
bayaran. Tokoh-tokoh seperti The Director dan Kanselir Pane menggambarkan
kekuasaan patriarkal yang dominan, sementara karakter perempuan seperti Eve
menjadi representasi perlawanan terhadap kekuasaan tersebut. Dalam perspektif
Barthes, kekerasan dalam film ini berfungsi sebagai simbol perjuangan identitas
dan pembebasan diri dari sistem yang mengekang. Penelitian ini memberikan
pemahaman baru mengenai kekerasan dalam Ballerina, yang tidak hanya
berfungsi sebagai aksi fisik, tetapi juga sebagai alat untuk mengekspresikan
ideologi, moralitas, dan konflik batin karakter. Film ini juga menunjukkan
bagaimana simbolisme visual dan verbal digunakan untuk menyampaikan pesan
tentang kekerasan dalam dunia yang penuh ketidaksetaraan dan konflik.