Please use this identifier to cite or link to this item: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31324
Title: REPRESENTASI MAKNA KELUARGA KAKAK ADIK AUTISME DALAM FILM MY IDIOT BROTHER KARYA AGNES DAVONAR DAN RAIN MAN KARYA BARRY LEVINSON
Authors: IKHWANI, RIRIN SOFIA
Keywords: Representasi;Hubungan kakak adik
Issue Date: 12-Mar-2026
Publisher: umsu
Abstract: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran film sebagai media komunikasi massa yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana membentuk persepsi masyarakat terhadap berbagai realitas sosial, termasuk isu autisme. Representasi penyandang autisme dalam media sering kali memunculkan berbagai makna tentang hubungan keluarga, khususnya hubungan kakak–adik yang memiliki dinamika emosional yang kompleks seperti konflik, tanggung jawab, hingga penerimaan. Film My Idiot Brother karya Agnes Davonar dan Rain Man karya Barry Levinson menjadi menarik untuk dikaji karena keduanya menampilkan relasi kakak–adik dengan penyandang autisme dalam latar budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori representasi serta pendekatan semiotika Roland Barthes yang menekankan pada tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Teori ini digunakan untuk mengungkap makna yang tersembunyi di balik tanda-tanda visual, dialog, serta simbol yang muncul dalam adegan film. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan analisis teks film. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi dan dokumentasi terhadap adegan adegan yang merepresentasikan hubungan kakak–adik dalam kedua film. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda dalam adegan film, kemudian menafsirkan makna denotasi, konotasi, dan mitos menggunakan model semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua film merepresentasikan hubungan kakak–adik dengan penyandang autisme sebagai relasi yang kompleks dan dinamis. Film My Idiot Brother lebih menekankan pada nilai kasih sayang, pengorbanan, dan sikap protektif dalam konteks budaya keluarga Indonesia. Sementara itu, film Rain Man menggambarkan hubungan kakak–adik yang pada awalnya dilandasi kepentingan pribadi dan jarak emosional, namun berkembang menjadi empati dan penerimaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film sebagai media massa memiliki peran penting dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai autisme serta memperlihatkan bahwa hubungan saudara kandung dapat menjadi ruang pembelajaran tentang tanggung jawab, empati, dan makna keluarga.
URI: http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31324
Appears in Collections:Communication Studies

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SKRIPSI RIRIN SOFIA IKHWANI .pdfFull Text3 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.