Abstract:
Penelitian ini berfokus pada pemahaman dan penilaian mengenai cara
komunikasi yang digunakan oleh guru saat menerapkan model operant
conditioning melalui mekanisme reward (apresiasi) dan punishment (hukuman)
dalam membentuk perilaku siswa di SMP Muhammadiyah 12 Binjai. Masalah
utama yang mendasari penelitian ini adalah fenomena kurangnya kedisiplinan dan
minat belajar siswa yang menunjukkan perlunya peningkatan strategi komunikasi
guru yang lebih persuasive dan mendidik. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini
adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada penelitian lapangan.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam
dengan enam narasumber (dua guru dan empat siswa), serta pengumpulan
dokumen. Analisis data dilakukan dengan mengikuti dengan mengikuti Langkah
langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari
peneliti ini menunjukkan bahwa di SMP Muhammadiyah 12 Binjai, para guru
menerapkan cara berkomuniksi interaktif dan transaksional dengan pendekatan
heart to heart. Dalam hal verbal, guru menggunakan teknik tatapan diam untuk
mengontrol kelas. Pelaksanaan operant conditioning dilakukan melalui
reinforcement positive (pujian dan penghargaan) serta sanksi yang bersifat
mendidik (tugas tambahan dan refleksi diri). Pola ini terbukti efektif dalam
meningkatkan disiplin, kesopanan (budaya 3S), dan tanggung jawab akademis
siswa sesuai dengan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan.