Abstract:
Penelitian
ini
bertujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai sosial
direpresentasikan dalam film Kita Keluarga karya Stefanus Cancan dan Rumah
Untuk Alie karya Herwin Novianto. Film sebagai salah satu media komunikasi
massa tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media yang
menyampaikan pesan sosial serta mencerminkan realitas kehidupan masyarakat,
khususnya dalam konteks keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes yang
mencakup tiga tahapan makna, yaitu, denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kedua film tersebut memuat berbagai nilai sosial, di antaranya
nilai moral, solidaritas atau kebersamaan, tanggung jawab sosial, penghormatan dan
toleransi, kerja sama, disiplin sosial, serta kepedulian sosial. Film Kita Keluarga
lebih menekankan pentingnya kebersamaan, tanggung jawab, serta komunikasi
dalam menciptakan keharmonisan keluarga. Sementara itu, film Rumah Untuk Alie
menggambarkan konsekuensi dari kurangnya empati, kasih sayang, dan komunikasi
dalam keluarga yang berdampak pada munculnya konflik emosional serta luka
psikologis pada anak. Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa film dapat
berfungsi sebagai sarana kritik sosial terhadap fenomena keluarga di masyarakat
serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan nilai sosial dalam
kehidupan keluarga. Dalam film Kita Keluarga, salah satu adegan penting muncul
pada menit 3:31 yang menampilkan interaksi antara dua individu di depan tempat
tinggal terkait pembayaran uang kos, yang merepresentasikan nilai moral dan
tanggung jawab sosial melalui komunikasi yang sopan dan realistis. Sementara itu,
dalam film Rumah Untuk Alie, alur durasi adegan dapat dilihat secara bertahap,
dimulai dari bagian awal sekitar menit 0–10 yang menggambarkan kesepian dan
kurangnya komunikasi dalam keluarga Alie, kemudian berlanjut pada bagian tengah
sekitar menit 30–60 yang menunjukkan konflik emosional antara Alie dan orang
tuanya akibat minimnya empati dan kasih sayang, hingga pada bagian akhir sekitar
menit 60 ke atas yang memperlihatkan puncak konflik serta dampak psikologis
yang dialami Alie sebagai akibat dari disfungsi keluarga, sehingga keseluruhan
durasi adegan dalam kedua film tersebut memperkuat penyampaian nilai sosial dan
pesan moral kepada penonton.